Bahan Pakaian Masa Depan yang Nyeleneh Banget!

Dunia fashion tidak akan pernah mati. Industri ini terus berinovasi. Untuk itu Global Change Award memberikan penghargaan kepada 5 fashion inovator yang mempunyai ide brilian untuk membuat pakaian masa depan. Mereka diminta membuat inovasi dari semua bahan yang ada di dunia tapi ramah lingkungan. Serta proyek ini bisa dikerjakan pada tahun 2040.

Ada 5 pemenang yang berhasil mendapatkannya. Apa inovasi mereka? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari huffingtonpost.co.uk.

1. Kotoran sapi

Jalila Essaidi dan timnya telah menciptakan formula untuk membuat kain lembut dari kotoran sapi. Proses itu sendiri mampu mengurangi gas metana (pencemar terbesar di planet ini). Dengan kotoran sapi ini, Essaidi telah menciptakan beberapa desain pakaian dengan labelnya.

2. Mencelupkan denim

Proses tradisional pencelupan denim ternyata membutuhkan banyak air dan energi. Bahkan proses ini menghasilkan limbah pewarna ke beberapa saluran air. Untuk itu, Xuangai Wang dan timnya melakukan pencelupan denim di saluran air yang sudah terkena limbah. Selain mengurangi biaya, ini berarti celana jeans ini bisa dijual murah.

3. Tekstil surya

Miguel A. Modestino dan timnya menemukan cara pembuatan nilon hanya dengan air, energi surya, dan limbah pabrik. Dengan begini, bukannya melepaskan gas ke udara, cara ini berpotensi memberikan kontribusi terhadap dunia nol-emisi.

4. Daur ulang

Beberapa bahan pakaian yang kita gunakan biasanya ada komponen yang tidak terdaftar. Melihat itu, Natasha Franck akan membuat “daftar bahan” digital, yang memudahkan konsumen mendapatkan semua informasi soal bahan pakaian. Cara ini bisa disebut daur ulang.

5. Kulit anggur

Untuk memproduksi bahan kulit terbaik maka dibutuhkan banyak air, energi, dan bahan kimia. Tapi Rosa Rosella Longobardo telah menemukan cara alami, yaitu dengan kulit anggur.

Sisa-sisa anggur, termasuk kulit dan batangnya, bisa menciptakan karbon dioksida dan menjadi bahan baku dalam proses produksi kulit.

Semua inovasi di atas masih dalam awal namun bukan tidak mungkin kita bisa menggunakan salah satu bahan di atas untuk pakaian di masa depan.

Mau coba bahan yang mana?

Sumber: lampung.tribunnews.com